Langsung ke konten utama

SUNMING = SUNDA MINANG

hai guys.. Assalamu'alaikum 😉😉
udah lama gak nulis nih ya.. lagi musim UAS nih kebetulan, dan tulisan kali ini juga emang masih buat menuhin tugas akhir sih sebenernya 😓 mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. it's oke lah ya, bawa seloooww aja ..

berhubung ini mata kuliah ilmu komunikasi, aku bakal share sedikit pengalaman aku berkomunikasi sama temen aku yang kebetulan beda budaya nih kita..

aku sunda, dia minang ... sebut saja inun
jadi kita tuh kemana-mana selalu bareng, jajan bareng, k perpus bareng, ke wc pun bareng.. and me as sundanist kalo kata kata orang mah orang sunda tuh paling fleksibel, gampang terpengaruh gitu. tapi bener loh, kadang logat ngomong aku juga kebawa sama si uni.
dan orang minang itu gatau kenapa kalo ngomong ga pernah di rem dan selalu kaya bentak-bentak gitu. hmmm

kadang nih pas kita lagi jalan bareng, trus dia ketemu sama temen satu spesies nya yang sama-sama orang minang juga, disitu kadang aku kaya orang bego sendiri. pelanga pelongo liatin mereka yang asik sendiri. but sometimes aku juga diajak ngobrol dan cuma bisa iya iya. and when she ask me "ngerti ga?" . i said simply "kagak" -___- . akhirnya dia ngulanging omongannya more slowly, dan tau ga? orang minang ngomong lambat tuh kaya mayat idup, ga enak banget dengernya wkwk 😂.. oke plis cukup, gausah maksain deh ni, biar aku yang belajar bahasa minang.

pernah juga nih beda bahasa kita kan, dia bilang "aku mam potocopy" , hah situ mau makan poto copian ?? wkwkwk rayap kali ah makan kertas 😄 .. dan ternyata maksudnya itu bukan mam=makan . kalo di sunda mam atau emam itu kan makan yaak , nah kalo di minang mam itu artinya mau atau akan, atau gitu deh sejenisnya..

dan masih banyak lagi pengalaman lain sebenernya yang kalo diceritain tuh bikin males baca karena bakal panjaaaaang banget. and i know banyak diantara kalian yang gasuka baca. emm kecuali yang baca postingan ini siih hehe

udah aja yaa.. see you on next post 💨💨💨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Ciptakan Jeda Untuk Merumuskan Pembaruan yang Visioner"

Belakangan ini, muruah perguruan tinggi (PT) di Indonesia kembali tercoreng dengan hangatnya berita plagiarisme yang dilakukan oleh salah satu universitas ternama di Jakarta, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Bak mencoreng arang di muka sendiri, sungguh memalukan apa yang dilakukan para oknum terpelajar yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat itu. Dewasa ini, tidak sedikit lembaga PT dijadikan sebagai ladang bisnis oleh para birokrat kampus.   Dengan dalih mempermudah proses kelulusan, cara yang salah justru mereka lakukan dengan memperjual belikan ijazah dan memberi celah untuk melakukan plagiarisme. Bahkan mahasiswa tidak harus mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan ijazah, mereka cukup membayar uang dengan tarif yang telah ditentukan dan melakukan proses wisuda secara formalitas. Padahal seharusnya kampus menjadi wadah perkembangan nilai-nilai luhur, dimana semua warganya mampu menjunjung nilai-nilai moralitas yang tinggi dan mengikuti peraturan yang ada. ...

"Young Today Is A Leader Tomorrow"

Mengambil kutipan dari Ir.Soekarno Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,” itulah yang beliau ungkapkan. Kalimat tersebut    menyanjung betapa pentingnya keberadaan sebuah komunitas pemuda dalam suatu bangsa dan Negara. Dalam sejarah Indonesia dari prolog sampai epilog kemerdekaan, pemuda memiliki peranan luar biasa sebagai “avant garde” (ujung tombak) perubahan. Tonggak kebangkitan lahirnya kesadaran “berbangsa”. Peran tersebut dapat dilihat sejak para pemuda membuat “komunike politik kebangsaan” 28 Oktober 1928. “Satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa”. Dalam sebuah hadist disebutkan : اِنَّ فىِ يَدِ السُّبَّانِ اَمْرَ اْلاُمَّةِ وَفىِ اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا “Sesungguhnya di tangan pemudalah letaknya suatu ummat, dan di kaki merekalah terdapat kehidupan ummat”  sebelumnya marilah kita sebagai generasi penerus kiranya perlu merenung dengan jiwa dan semangat kebangsaan serta keinginan bersatu yang tinggi. Apakah ikatan kita seba...