Langsung ke konten utama

"Mengenal Lebih Dekat Publishing House PT. Mizan Pustaka"




Dokumentasi Mahasiswa

Uwes Fatoni salah satu dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi bertanggung jawab terhadap salah satu kegiatan yang menunjang keberlangsungan mata kuliah Jurnalisme Dakwah di semester 3 untuk jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Kegiatan ini berbentuk suatu kunjungan ke produc house dan percetak suatu penerbit yang sudah melebarkan sayapnya di dunia penerbitan nasional yakni Penerbit Mizan.

Kamis 14 Desember 2017 menjadi waktu yang telah disepakati oleh mahasiswa KPI semester 3 dari semua kelas (terdapat 4 kelas yaitu kelas A, B, C, D) untuk melaksanakan kunjunan tersebut. Semuanya berangkat dari kampus secara bersamaan. Namun system pemberangkatannya itu untuk kelas A dan B harus sudah ada di tempat pada pukul 09.00 WIB, sedangkan kelas C dan D keloter selanjutnya yakni pada pukul 11.00 WIB harus sudah ada ditempat. Adapun Pak Uwes sudah menunggu terlebih dahulu di tempat.

Sesampai mahasiwa ditempat, langsung memasuki house productionnya Mizan. Disana terdapat beberapa buku terbitan mizan yang dipajang secara rapi di rak-rak buku. Serta terdapat auditorium mini untuk melaksanakan pertemuan semacam seminar untuk para pengunjung. Telah digelar karpet untuk para pengunjung.

Setelah para pengunjung telah duduk rapi secara lesehan di karpet, dari pihak Mizan sudah ada yang mengambil alih untuk memimpin sebuah seminar singkat seputar penerbitan buku di Mizan. Dan materi pun  mulai dengan sebuah pemutaran video ringkasan sebuah buku bisa terbit. Dimulai dengansi penulis mengirimkan tulisannya diterima oleh redaksi, editing dan sampai akhir di distributor.
Setelah video diputar sang mc langsung mempersilakan seorang editor Mizan yang akan menyampaikan sedikit tentang penerbitan. Beliau biasa dipanggil dengan Kang Ujang. Materi langsung tentang cara penerbitan buku yang di bahas oleh Kang Ujang. Untuk setiap penanya diberikan buku dari pihak Mizan yang pertanyaannya dianggap bagus dan unik.

Materi pun telah selesai disampaikan, para pengunjung langsung diarahkan ke temppat percetakan buku yang dipimpin oleh dari pihak Mizannya sendiri. Adapun tempatnya tidak jauh dari produc housenya itu. Tepatnya berada di seberang kirinya.


Dokumentasi Mahasiswa

Pergilah semuanya ke pabrik percetakan. Disana mereka melakukan tour dengan guide yang terus menerangkan pproses-prose percetakan sebuah judul buka. Mulai memilih cetakannya, jenis kertasnya, mencetak tulisannya, melipat, memotong, melem buku, memberi sampul buku sampai pengepakan buku yang siap di pasarkan.

            Setelah ke percetakan buku lalu kita ke produksi buku, yang dimana disana menjual buku-buku yang sedang ada diskon 25%, sesudah membeli buku dan membaca buku-buku disana kami langsung pergi ke tempat awal kita, untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah berkunjung ke Mizan, setelah berfoto kita evaluasi dengan Pak Uwes. Lalu kita bergegas untuk kembali pulang dengan membawa ilmu yang sangat bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Ciptakan Jeda Untuk Merumuskan Pembaruan yang Visioner"

Belakangan ini, muruah perguruan tinggi (PT) di Indonesia kembali tercoreng dengan hangatnya berita plagiarisme yang dilakukan oleh salah satu universitas ternama di Jakarta, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Bak mencoreng arang di muka sendiri, sungguh memalukan apa yang dilakukan para oknum terpelajar yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat itu. Dewasa ini, tidak sedikit lembaga PT dijadikan sebagai ladang bisnis oleh para birokrat kampus.   Dengan dalih mempermudah proses kelulusan, cara yang salah justru mereka lakukan dengan memperjual belikan ijazah dan memberi celah untuk melakukan plagiarisme. Bahkan mahasiswa tidak harus mengikuti perkuliahan untuk mendapatkan ijazah, mereka cukup membayar uang dengan tarif yang telah ditentukan dan melakukan proses wisuda secara formalitas. Padahal seharusnya kampus menjadi wadah perkembangan nilai-nilai luhur, dimana semua warganya mampu menjunjung nilai-nilai moralitas yang tinggi dan mengikuti peraturan yang ada. ...

“30 Juz Untuk Palestina”

Dokumentasi panitia Menjelang tahun baru, biasanya orang-orang berbondong-bondong pergi liburan ke tempat ramai untuk menyambut pergantian tahun. Tempat favorit yang menarik perhatian pengunjung biasanya adalah pusat kota, camp area , pantai, gunung, dan tempat lain yang menyajikan city ligh yang indah pada malam hari. Semua itu mereka lakukan agar turut merasakan sensasi tahun baru. Namun bagaimana jika menjelang tahun baru justru diisi dengan kegiatan keagamaan?. Hal itu yang dilakukan oleh Komunitas Lingkar Barudak Khitabah (Lebah), salah satu komunitas di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang berada dibawah naungan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Komunitas ini dibina langsung oleh sekretaris jurusan KPI, Dr.H. Aang Ridwan, M.Ag. Jumat malam, 29 Desember 2017, komunitas Lebah kembali menggelar agenda tahunannya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan di Luar kampus, kegiatan bertajuk islami yang d...

SUNMING = SUNDA MINANG

hai guys.. Assalamu'alaikum 😉😉 udah lama gak nulis nih ya.. lagi musim UAS nih kebetulan, dan tulisan kali ini juga emang masih buat menuhin tugas akhir sih sebenernya 😓 mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. it's oke lah ya, bawa seloooww aja .. berhubung ini mata kuliah ilmu komunikasi, aku bakal share sedikit pengalaman aku berkomunikasi sama temen aku yang kebetulan beda budaya nih kita.. aku sunda, dia minang ... sebut saja inun jadi kita tuh kemana-mana selalu bareng, jajan bareng, k perpus bareng, ke wc pun bareng.. and me as sundanist kalo kata kata orang mah orang sunda tuh paling fleksibel, gampang terpengaruh gitu. tapi bener loh, kadang logat ngomong aku juga kebawa sama si uni. dan orang minang itu gatau kenapa kalo ngomong ga pernah di rem dan selalu kaya bentak-bentak gitu. hmmm kadang nih pas kita lagi jalan bareng, trus dia ketemu sama temen satu spesies nya yang sama-sama orang minang juga, disitu kadang aku kaya orang bego sendiri. pelanga pelongo liatin ...